Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Setiap kali kita merayakan I’edul Qurban memori kita selalu kembali menayangkan sebuah episode kehidupan seorang kekasih Allah swt, yaitu nabi Ibrahim ‘alaihi salam. Beliau adalah Abul Anbiya (Bapak para nabi), yang memberikan banyak tauladan kepada kita dalam menegakkan agama Allah ini. Diantara tauladan yang dapat kita ambil dari diri beliau adalah :

  1. Totalitas ketaatannya kepada Allah

Tidak terlihat dalam sikapanya sebuah keraguan, atau keberatan. Begitu menerima perintah dari Allah untuk menyembelih anak kesayangannya, Ismail, – anak yang ditunggu-tunggu kelahirannya sekian lama sampai ia mencapai usia tua – Nabi Ibrahim langsung mendatangi Ismail dan menyampaikan perintah tersebut. Padahal secara psikologis Nabi Ibrahim sungguh sangat membutuhkan seorang keuturunan. Bayangkan, di tengah pengembaraan yang jauh, di sebuah lembah padang sahara yang kering, tanpa pohonan dan tanaman, Nabi Ibrahim hidup. Ditambah lagi usianya yang memang sudah sangat membutuhkan seorang anak muda untuk menopang ketidakmampuannya. Tapi lihatlah, totalitas penyerahan diri Nabi Ibrahim kepada Sang Pemilik Bumi dan langit.

Download Artikel Lengkap

Tafsir Surat At-Taubah

quran1Makna At Taubah = pengampunan.
Nama lain surat ini : “Al Bara-ah” = berlepas diri
Disebut At Taubah karena kata At-Taubah berulang kali disebut dalam surah ini.
Disebut Al Bara-ah, karena dimulai dg kata ‘bara-ah”, dan kebanyakan pokok pembicaraannya tentang pernyataan pemutusan perjanjian damai dengan kaum musyrikin.

Mengapa surat At-Taubah tidak dimulai dengan Basmallah?

Download materi selengkapnya di sini .

Prestasi Tak Boleh Mati

oleh: Muhammad Nuh
grow-updakwatuna.com

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya….” (Al-Anfal: 60)

Betapa luas kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya. Nikmat-Nya tak pernah bertepi. Malam datang dengan keindahan, gelap pun memberikan ketenangan dan kesejukan. Pagi yang segar menyudahi malam nan damai. Siang datang melambai, menawarkan harapan.

Seperti itulah dunia berputar. Silih berganti siang menggantikan malam. Waktu terus berlalu, mencatat prestasi dari generasi ke generasi. Ada yang tetap istiqamah menapaki jalan dakwah nan terjal dan bebatuan, sabar dengan terpaan asap dan debu-debu peradaban. Tapi, tak sedikit yang akhirnya duduk bersandar melepas lelah. Seraya matanya mulai memejam terhadap keculasan manusia sekitar.

Lanjut Baca »

Jika Hidup Tidak untuk Dakwah
Terus engkau mau ngapain?

Ente pergi pagi
Dengan semangat mencari duniawi
Jika angkot macet, langsung berganti sewa taksi
Agar harta buruan tidak beralih dari sisi

Ente pulang malam
Dengan jasad yang kelelahan
Nyampe di rumah mendekam sampai pagi datang

Lanjut Baca »

Perang Tabuk dikenal sebagai perang paling \’kritis\’ karena tantangan besar yang dihadapi sahabat menuju tempat itu, yang terletak nun jauh di dekat perbatasan Syams. Terik panas yang memanggang saat perang memunculkan berbagai sifat manusia Islam yang sesungguhnya, yang berbeda dari sifat orang-orang yang pengecut dan munafiqin. Mereka yang terakhir ini datang kepada Rasulullah meminta izin untuk tidak terlibat dalam berperang dengan berbagai alasan yang mengada-ada.

Namun, para sahabat yang benar (shidiq) imannya, menampakkan sifat keberanian dan pengorbanan. Kalapun ada diantara mereka yang tidak turut berperang, hal itu bukan karena sebab duniawi, namun karena tidak adanya perlengkapan perang. Mereka telah datang menghadap Rasulullah meminta perlengkapan itu dan ditolak karena memang tidak ada simpanan perlengkapan itu padanya. Mereka pun pulang dengan duka yang menggunung dan air mata yang senantiasa menggenang di pelopak mata. Allah melukiskan kondisi orang-orang ini dalam firman-Nya:

Dan tiada pula (dosa) atas orang-oorang yang apabila mereka datang kepadamu supaya kamu memberikan kepada mereka kendaraan, lalu kamu berkata: “Aku tiada memperoleh kendaraan untuk membawa kalian.” Lalu mereka kembali sedang mata mereka bercucuran air mata karena kesedihan lantaran mereka tidak memperoleh apa-apa yang akan mereka nafkahkan.” (QS. 9:92) Lanjut Baca »

Islamic Miracles

Tanda-Tanda Kebesaran  Allah di muka bumi !!!
Allahu Akbar !!!

Nama “Hasan Al-Banna” selalu lekat dengan jamaah Al-Ikhwan Al-Muslimun, karena beliau adalah pendiri dan menjadi Mursyid ‘Am pertama jamaah tersebut. Sekalipun sang imam “Al-Banna” -semoga Allah merahmatinya-, tidak mengenyam kehidupan lebih dari 42 tahun, namun pada masa hidupnya banyak memberikan kontribusi dan prestasi yang besar sehingga banyak terjadi lompatan sejarah terutama dalam melakukan perubahan kehidupan umat menuju Islam dan dakwah Islam yang lebih cerah, banyak perubahan-perubahan yang dicapai olehnya, apalagi saat beliau hidup kondisi umat dalam keadaan yang begitu parah dan mengenaskan, keterbelakangan, ketidakberdayaan, kebodohan umat, dan ditambah dengan penjajahan barat. Lanjut Baca »

Dalam rangka peningkatan kualitas SDM khususnya remaja dan
pengurus masjid, Pengurus JPRMI Wilayah Jawa Timur akan mengadakan
“Pelatihan Penggunaan dan Pengenalan Internet” bekerja sama dengan
Pengurus JPRMI Daerah.

Waktu Pelaksanaan mulai Januari 2009 (hari Sabtu / Ahad).
Pengurus JPRMI Daerah selaku panitia, sedangkan Pengurus JPRMI
Wilayah menyediakan Tenaga Instruktur.

Bagi Pengurus JPRMI Daerah agar dapat berpartisipasi melaksanakan
kegiatan tersebut di daerahnya masing2, untuk itu agar segera
berkoordinasi dengan Pengurus JPRMI Wilayah Jatim.

Info lebih lanjut:
1. Heru Handoko, hp: 08158866773, email: heruhandoko1970@yahoo.com
2. Rahmi Ika N, hp: 08563032778, email: azzahra_inf14@yahoo.com

Wassalamu Alaikum Wrwb.
JPRMI Wilayah Jatim

Penulis : DR. Amir Faishol Fath

Pemuda adalah generasi yang paling menentukan. Dalam Al Qur’an Allah swt. selalu menegaskan pentingnya masa muda. Ashhabul kahfi digambarkan oleh Allah bahwa mereka adalah sekelompok anak muda. Allah berfirman: “Innahum fityatun aamanuu birabbihim wazidnaahum hudaa. Mereka adalah anak muda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambahkan hidayah untuk mereka.”Dari ayat ini nampak bahwa masalah kepemudaan oleh Allah sangat ditekankan. Ditekankan karena tidak saja masa muda adalah masa berbekal untuk hari tua, melainkan juga di masa muda itulah segala kekuatan dahsyat terlihat. Lanjut Baca »

PEMBELA HADIST NABI

Remaja muslim yang berbahagia, cara seseorang untuk menjadi muslim yang baik dan benar adalah menjadikan Rasulullah sebagai tauladan dalam kehidupan ini. Untuk mengetahi bagaimana kehidupan Rasul maka setiap kita tidak bisa terlepas dari yang namanya Hadist Nabi. Untuk itu pada kesempatan ini akan disampaikan salah satu kisah yang menggambarkan sikap muslim yang berusaha untuk memberi pembelaan kepada hadist Nabi Muhammad saw didasari atas keimanan yang kuat dan kecintaannya kepada Nabi Muhammad saw.

Pada masa kekhilafahan bani Abbasyiah dibawah pimpinan khalifah Harun Al Rasyid, karena suatu masalah maka sang khalifah mengundang para pakar saat itu untuk menyelesaikan masalah tersebut. Terjadilah diskusi yang panjang sampai terjadi dua kubu yang berbeda pendapat. Salah satu kubu berargumen dengan sebuah hadist nabi dari abu hurairah, kubu yang lain menyerang dan tidak mau menerima hadist tersebut karena dianggap hadist abu hurairah tidak sah.

Dan ironisnya khalifah Harun Ar Rasyid saat itu lebih memihak kepada kelompok yang menentang hadist nabi dan melakukan intervensi kepada forum diskusi. Disinilah kelihatan nafsu dan ego manusia menguasai sang penguasa, sehingga ia tidak melihat masalah dengan jernih akan tetapi lebih mengikuti nafsu dan kecenderungan pribadi.

Adalah Umar bin Habib seorang hakim yang paham, tegas dan konsisten dalam beragama mengetahui hal tersebut merasa risih dan dengan keberanianya ia tampil dan berbicara bahwa hadist tersebut benar adanya dari Rasullullah dan Abu hurairah adalah sahabat nabi yang jujur dan dapat dipercaya.
Banyak orang tercengang saat itu, karena disaat hampir seluruh peserta diskusi takut dengan intervensi sang khalifah ternyata ada seorang yang dengan lantang dan tegas menyatakan pendapat bertentangan dengan sang penguasa. Orang – orang pada berbisik satu dengan yang lain, apakah umar tidak tahu apa akibat dari sikapnya tersebut ? Lanjut Baca »

Tulisan Sebelumnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.