Setiap kali kita merayakan I’edul Qurban memori kita selalu kembali menayangkan sebuah episode kehidupan seorang kekasih Allah swt, yaitu nabi Ibrahim ‘alaihi salam. Beliau adalah Abul Anbiya (Bapak para nabi), yang memberikan banyak tauladan kepada kita dalam menegakkan agama Allah ini. Diantara tauladan yang dapat kita ambil dari diri beliau adalah :
- Totalitas ketaatannya kepada Allah
Tidak terlihat dalam sikapanya sebuah keraguan, atau keberatan. Begitu menerima perintah dari Allah untuk menyembelih anak kesayangannya, Ismail, – anak yang ditunggu-tunggu kelahirannya sekian lama sampai ia mencapai usia tua – Nabi Ibrahim langsung mendatangi Ismail dan menyampaikan perintah tersebut. Padahal secara psikologis Nabi Ibrahim sungguh sangat membutuhkan seorang keuturunan. Bayangkan, di tengah pengembaraan yang jauh, di sebuah lembah padang sahara yang kering, tanpa pohonan dan tanaman, Nabi Ibrahim hidup. Ditambah lagi usianya yang memang sudah sangat membutuhkan seorang anak muda untuk menopang ketidakmampuannya. Tapi lihatlah, totalitas penyerahan diri Nabi Ibrahim kepada Sang Pemilik Bumi dan langit.
Makna At Taubah = pengampunan.
dakwatuna.com